Posts

OUR STORY (Kisah perjalanan cinta 5000km)

Image
     “Menurut kamu, cinta itu apa?” Itu pertanyaan pertama yang keluar dari mulut Haruna, pacar gue. Shirai Haruna, cewek yang lahir dan tumbuh di Sapporo, Hokkaido, Jepang ini secara luar biasa dan tak terduga menerima gue yang mukanya pas-pasan ini jadi pacarnya. Ya, cinta beda negara, beda budaya dan beda agama. Itu yang lagi gue jalanin sama Haruna.      Semua bermula ketika teman akrab gue mengenalkan gue ke Haruna. “Bang, gue ada kenalan cewek Jepang nih. Orang Hokkaido lagi kuliah setahun di UNPAD. Baru aja nyampe di Indonesia. Orangnya sopan banget, ngomongnya juga halus kayak putri Solo. Mau gue kenalin gak? Gue udah kenal dia lama, gue tau dia, gue juga tau lu. Gue rasa kalian cocok. Lu bantuin dia ajarin bahasa Indonesia aja dulu, ya. Kali aja nanti bisa dapet lebih.” “Boleh, kasih aja LINE gue” Saat itu gue mikir, gak mungkin orang kayak gue bisa jadian sama orang Jepang. Toh dari segi finansial dan fisik gue gak ada apa-apanya. Tap...

Cerita Sahabat

Image
Chapter I Setiap orang pasti memiliki teman. Teman yang mengiringi setiap cerita dari hidup kita di sepanjang jalan. Sebagian teman cukup beruntung dengan hidup yang terlihat lebih baik daripada teman lainnya, sebagian lagi cukup kuat dengan cobaan yang terlihat lebih berat daripada teman lainnya. Tulisan ini bukan tentang apa yang saya jalani, bukan pula tentang perbandingan hidup orang-orang yang saya kenal. Tulisan ini adalah cerita. Cerita tentang sepintas hidup orang-orang yang hadir di dalam hidup yang mungkin bisa memiliki makna bila disampaikan. Bukan sebuah perjalanan panjang hidup individu, melainkan sepenggal perbincangan yang seringkali diselingi secangkir kopi. I.       SISIL Tidak semua orang cukup beruntung dengan hidup yang bisa mereka pilih. Ketika seseorang mempertanyakan pekerjaan, sebagian orang dengan bangga menceritakan keseharian yang mereka lakukan, sebagian lagi dengan senyum datar sekedar menyebut nama tempat dimana me...

SELAMAT JALAN SUAMIKU by Resi Listiani

Image
Tepat 7 bulan hari pernikahan kami, saat itu usia kandunganku berjalan 6 bulan. 5 November 2015, pukul 1 dini hari... “kamu tidur kamar gih, pindah kekamar, udah jam 1 malem ini jangan begadang terus, kasian baby dalem perutnya”,  ucap suamiku dalam ruang televisi. “lah kamu ga pindah kekamar ? aku nungguin kamu” “engga aku disini aja, lagi pula aku masih batuk batuk-batuk kasian kamu sama babynya” itu percakapan terakhir yang aku ingat sebelum kondisinya menurun... Saat itu aku bergegas untuk tidur dikamar, kemudian aku terlelap entah pukul berapa. Tak lama aku terlelap tiba tiba terdengar teriakan, aku lihat saat itu p ukul 3 dini hari dan, “RESIIIIII, RESIIII.... NANDAR, YA ALLAH........” Itu suara ibu mertuaku yang kebetulan beliau s edang masuk kerumah kami karena memang posisi rumah kita saling berbelakangan. Tanpa berpikir panjang aku bergegas keluar kamar dan ternyata... Ya tuhan cobaan apa ini, masih terekam jelas, saat itu suamiku terduduk kaku di sofa hijau...